Tuesday, 26 January 2016

Contoh Teks Eksplanasi

Contoh Teks Eksplanasi Banjir

Banjir
Banjir termasuk dalam salah satu gejala alam yang mempengaruhi kehidupan manusia dan dapat menimbulkan kerusakan. Dalam pengertian sederhana, banjir adalah luapan air dalam jumlah besar yang menerjang dan menggenangi suatu daerah. Peristiwa meluapnya air tersebut masuk ke kawasan pemukiman yang dihuni manusia akibat sungai tidak mampu lagi menampungnya. Suatu daerah disebut banjir jika air dalam jumlah banyak menutupi sebagian besar daerah yang luas. Sedangkan, secara hidrologis ada dua definisi tentang "banjir", yakni;  setiap aliran air yang merusak harta benda, ternak ,dan tanaman; dan setiap kondisi permukaan (level) air yang melebihi batas normal. 
Terjadinya banjir dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam tersebut dapat berupa curah hujan tinggi, letak daerah lebih rendah dari permukaan laut, dan daerah yang terletak pada suatu cekungan yang dikelilingi perbukitan di mana jalan keluarnya air yang sempit, serta adanya pasang naik air laut. Sedangkan, faktor manusia yang menjadi penyebab banjir yaitu kegiatan penggundulan hutan dan sampah yang dibuang secara sembarang. Sampah yang dibuang sembarang dapat menyebabkan saluran air atau sungai tersumbat sehingga mengakibatkan terjadinya luapan air.
Banjir dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi manusia. Banyak sekali harta benda yang rusak karena terendam banjir. Sarana dan prasarana rusak porak-poranda sehingga tak bisa digunakan lagi. Bahkan, nyawa manusia melayang sia-sia diterjang oleh banjir. Pada saat banjir, masyarakat mudah terserang penyakit akibat genangan air yang kotor. Persawahan dan perkebunan menjadi rusak berat yang dapat menyebabkan terjadinya gagal panen. Kondisi ini selanjutnya membuat masyarakat dilanda kelaparan karena kekurangan bahan makanan. 
Oleh sebab itu, kita sebagai manusia hendaknya menjaga alam untuk mencegah terjadinya banjir. Menjaga lingkungan tetap lestari menjadi tugas utama kita semua. Kerusakan alam harus segera dihentikan akibat ulah manusia. Hutan yang gundul harus segera kita hijaukan kembali. Mari kita biasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Demi keberlangsungan hidup anak cucu kita kelak.
Keterangan: 

  • Pernyataan umum = Paragraf 1
  • Deretan Penjelasan (isi) = Paragraf 2 dan 3
  • Interpretasi (Penutup) = Paragraf 4

  

Contoh teks eksplanasi tentang tanah longsor

Proses terjadinya tanah longsor

Bencana tanah longsor adalah bencana yang terjadi karena adanya pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis. Secara garis besar tanah longsor disebabkan oleh dua faktor, yaitu pendorong dan faktor pemicu. Selain itu, tanah longsor juga dapat disebabkan oleh faktor alamiah dan ulah manusia. Tanah longsor yang disebabkan oleh faktor pendorong adalah tanah longsor yang mempengaruhi kondisi material tanah itu sendiri. Sementara tanah longsor yang disebabkan oleh faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Namun, pada dasarnya tanah longsor ini disebabkan oleh adanya gravitasi yang dapat mempengaruhi suatu lereng yang curam secara alamiah. Faktor alamiah lain yang mempengaruhi  tanah longsor, seperti erosi, gempa bumi, gunung berapi, tata lahan, lereng terjal, tanah yang kurang padat, batuan yang kurang kuat, adanya beban tambahan, bekas longsoran lama, dan hujan lebat. Sedangkan, faktor yang disebabkan oleh ulah manusiaadalah penggundulan hutan tanpa adanya tindakan reboisasi. 
Berdasarkan penyebabnya, tanah longsor dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Pada saat musim hujan tanah longsong akan lebih mudah terjadi. Hal itu disebabkan oleh permukaan tanah yang retak akibat musim kemarau, akan dialiri air dengan cepat saat musim penghujan tiba. Dalam waktu singkat tanah yang telah masuk dalam tanah akan membuat tanah menajdi mengembang dan menjadi lebih lunak. Dengan demikian, kandungan air menjadi jenuh dalam waktu singkat. Tanah yang masuk ke dalam tanah akan terakumulasi di bagian dasar lereng sehingga menimbulkan gerakan lateral. Saat itulah terjadi tanah longsor. Namun, secara sederhana bencana tanah longsong dimulai dari air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah yang dilewati oleh aliran air dalam tanah. Jika air tersebut masuk ke dalam hingga menembus bagian tanah kedap air yang memiliki peran sebagai bidang gelincir, maka tanah akan menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng. Hal itu akan menyebabkan tanah bergerak menuju tempat yang lebih rendah. Dengan kata lain, tanah longsong akan terjadi bila gaya pendorong pada lereng lebih besar daripada gaya penahn tanah. Gaya penahan umumnya dipengaruhi oleh kekuatan yang ditimbulkan oleh bebtauan dan kepadatan tanah, sednagkan gaya pendorong lebih dipengaruhi oleh besar kecilnya sudut lereng, air yang mengalir dalam  tanah, beban di atas tanah, serta berat jenis tanah atau bebatuan yang ada disekitarnya. Gejala umum yang dapat ditemukan sebelum terjadinya tanah longsor adalah munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing. Biasanya terjadi setelah hujan dan ditandai dengan adanya suara bebatuan mulai berjatuhan dari lereng, dan munculnya mata air baru secara tiba-tiba. 

Meskipun bencana tanah longsor dapat terjadi saat musim hujan atau saat yang tidak dapat dipastikan, kita tetap tidak perlu kawatir. Dengan memperhatikan gejala-gejalanya dan melakukan reboisasi terhadap hutan undul akan dapat mencegah terjadinya tanah longsor. Selain itu, dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menebang pohon sembarangan akan membuat lingkungan menjadi bersih. Maka akan terhindar dari banjir dan tanah longsor saat musim hujan datang. 



Contoh Teks Eksplanasi Gempa Bumi 

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi karena pergerakan lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi. Peristiwa alam itu sering terjadi di daerah yang berada dekat dengan gunung berapi dan juga di daerah yang dikelilingi lautan luas.
         
          Gempa bumi terjadi karena pergeseran lapisan bawah bumi dan letusan gunung yang dahsyat. Peristiwa gempa bumi terjadi begitu cepat dengan dampak yang begitu hebat dan akibat yang ditimbulkan sangat luar biasa. Getaran gempa bumi sangat kuat dan merambat ke segala arah sehingga dapat menghancurkan bangunan dan menimbulkan korban jiwa.

 Berdasarkan penyebab terjadinya, gempa bumi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu gempa tektonik dan gempa vulkanik. Gempa tektonik tejadi karena lapisan kerak bumi menjadi genting atau lunak sehingga mengalami pergerakan. Teori “Tektonik Plate” berisi penjelasan bahwa bumi kita ini terdiri atas beberapa lapisan batuan. Sebagian besar daerah lapisan kerak ini akan hanyut dan mengapung di lapisan, seperti halnya salju. Lapisan ini bergerak sangat perlahan sehingga terpecah-pecah dan bertabrakan  satu dengan yang lain, itulah sebabnya mengapa gempa bumi terjadi. Sementara itu, gempa bumi vulkanik terjadi karena adanya letusan gunung berapi yang sangat dahsyat. Sehingga tanah di sekitar gunung bergetar bahkan getaranya sampai terasa jauh, hal itu menjadi sebab gempa vulkanik. Gempa vulkanik ini lebih jarang terjadi jika dibandingkan dengan gempa tektonik.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gempa dapat terjadi kapan saja, tanpa mengenal musim. Meskipun demikian, konsentrasi gempa cenderung terjadi di tempat-tempat tertentu saja, seperti pada batas Plat Pasifik. Tempat ini dikenal dengan lingkaran api karena banyaknya gunung berapi.

Keterangan :
           Paragraf 1 adalah pembuka atau pernyataan umum     
           Terdapat pada paragraf pertama kalimat pertama Gempa bumi adalah getaran atau                          guncangan yang terjadi karena pergerakan lapisan batu bumi yang berasal dari dasar atau bawah permukaan bumi.”
Paragraf 2 dan 3 adalah isi atau deret penjelas
Pada deret penjelas terdiri dari sebab dan akibat, dan pada teks eksplanasi “Gempa Bumi” terdapat 3 sebab dan juga 3 akibatya.
Sebab yeng pertama terdapat pada paragraf kedua kalimat pertama Gempa bumi terjadi karena pergeseran lapisan bawah bumi dan letusan gunung yang dahsyat.”
Dan akibatnya terdapat di kalimat terakhir paragraf kedua “Getaran gempa bumi sangat kuat dan merambat ke segala arah sehingga dapat menghancurkan bangunan dan menimbulkan korban jiwa”.
Sebab yang kedua berada pada paragraf ketiga kalimat kedua dan ketiga“Gempa tektonik tejadi karena lapisan kerak bumi menjadi genting atau lunak sehingga mengalami pergerakan. Teori “Tektonik Plate” berisi penjelasan bahwa bumi kita ini terdiri atas beberapa lapisan batuan. Sebagian besar daerah lapisan kerak ini akan hanyut dan mengapung di lapisan, seperti halnya salju.”
Akibatnya terdapat dikalimat berikutnya atau kalimat keempat “Lapisan ini bergerak sangat perlahan sehingga terpecah-pecah dan bertabrakan  satu dengan yang lainnya, itulah sebabnya mengapa gempa bumi terjadi.”
Sebab yang ketiga masih di paragraf ketiga kalimat kelima “Sementara itu, gempa bumi vulkanik terjadi karena adanya letusan gunung berapi yang sangat dahsyat”.
Akibatnya terdapat di kalimat sesudahnya, kalimat keenam “Sehingga tanah di sekitar gunung bergetar bahkan getaranya sampai terasa jauh, hal itu menjadi sebab gempa vulkanik.”
Paragraf 4 adalalah penutup atau interpretasi
       Penutupnya terdapat di paragraf terakhir Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa  gempa dapat terjadi kapan saja, tanpa mengenal musim. Meskipun demikian, konsentrasi  gempa cenderung terjadi di tempat-tempat tertentu saja, seperti pada batas Plat Pasifik. Tempat ini dikenal dengan lingkaran api karena banyaknya gunung berapi


CONTOH TEKS EKSPLANASI GUNUNG MELETUS

Gunung Meletus

Berikut contoh teks eksplanasi tentang gunung meletus (erupsi) yang meniadakan struktur interpretasi.
Setelah meletusnya Gunung Sinabung di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kini giliran Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengeluarkan laharnya. Gunung Sinabung telah 'mendahului' sejak bulan September 2013 sedangkan Gunung Kelud baru meletus Kamis (13/2) pukul 22:50 WIB. Letusan Gunung Kelud diikuti dengan semburan lava dan kilatan petir. Salah satu warga Pare, Kabupaten Kediri, Anita Erie, mengaku rumahnya sedang terkena hujan kerikil. Padahal, jarak sumber letusan ke rumahnya sekitar 25 kilometer. Hal itu menandakan erupsi Gunung Kelud sangat kuat memuntahkan segala isi dalam perut bumi. Pihak berwenang telah membatasi jarak agar masyarakat tidak mendekati dan menjauhi zona berbahaya namun dampak yang juga terasa adalah munculnya hujan abu vulkanik hingga puluhan kilometer dari lokasi. Bagaimana sebenarnya sebuah gunung dapat meletus (erupsi)?
Kerak bumi adalah lapisan tipis batuan padat (10 hingga 70 Km) yang mengambang di lapisan lebih tebal dari batuan cair, mantel, di mana batu berada pada suhu 1100-1200° C di lapisan paling dangkal dan lebih panas dan semakin panas dengan meningkatnya kedalaman. Batuan cair ini adalah cairan magma yang keluar dari gunung berapi pada permukaan kerak bumi dan menjadi batu lava ketika membeku.
Kerak bumi memberikan sebuah tekanan besar pada mantel magma yang cenderung terhadap keuntungan pada setiap titik lemah yang berada di atas kerak bumi, yang terbentuk oleh beberapa patahan, untuk naik dan keluar di atas permukaan. Gunung berapi dengan bentuk kerucut yang khas terbentuk menjadi banyak lapisan dari letusan lava terpadatkan selama ratusan ribu tahun. Hal tersebut merupakan kehidupan normal gunung berapi.
Letusan magma mereda oleh gas-gas terlarut di dalamnya, terutama karena magma melintasi lapisan kerak bumi dan mendekomposisi bagian dari batuan di sepanjang jalan. Jadi magma jenuh di bawah tekanan besar dengan gas-gas seperti CO2, SO2, HCl, HF, H2O, H2 dan lainnya. Ketika magma naik sepanjang lubang utama dari gunung berapi, tekanan berkurang dan gas terpisah dari magma membentuk gelembung. Ini cenderung untuk naik ke atas dan meningkatkan tekanan yang diberikan ke atas oleh lava.
Penting untuk diketahui bahwa magma meletus dari gunung berapi tidak datang langsung dari mantel, tetapi dari ruang magmatik besar atau "kaldera" dan terletak di dalam kerak bumi. Kaldera tersebut terletak pada beberapa kilometer di bawah gunung berapi, langsung berhubungan dengan kawahnya.
Viskositas magma sangat penting untuk menjelaskan letusan gunung berapi karena sangat bervariasi. Magma yang paling kental membentuk gunung berapi di mana batuan cair cenderung memadat segera setelah letusan atau bahkan sebelum keluar dari kawah. Akibatnya, magma ini cenderung menyumbat vulkanik menyumbat lubang dengan tutup dari magma padat pada akhir setiap letusan. Kesimpulan untuk setiap letusan eksplosif hanya merupakan langkah pertama menuju letusan berikutnya, walaupun terjadi setelah beberapa abad, bahkan tekanan dari dasar magma dan gas, cepat atau lambat cenderung membuat tutup tersebut meledak sehingga letusan dari gunung berapi biasanya mendadak dan eksplosif, setelah periode waktu panjang yang tenang.
Kerasnya letusan di daerah sekitarnya dipicu oleh ledakan yang disebabkan oleh gas-gas yang dilepaskan dengan keras oleh magma yang sangat kental, bergerak bersama sejumlah abu, bara, dan puing-puing yang berasal dari bagian-bagian dari gunung yang hancur oleh ledakan. Ini membentuk awan gas panas yang tinggi dan besar dan partikel padat yang dapat runtuh pada sisi-sisi gunung berapi dan membentuk awan dari abu dan gas yang membakar segala sesuatu di sepanjang jalan mereka.


No comments:

Post a Comment