BAB I
PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG
Al-Qur’an adalah kitab suci agama Islam. Umat islam percaya
bahwa Al-Qur’an merupakan puncak dan penutup Wahyu Allah yang diperuntukkan
bagi manusia, dan bagian dari rukun iman yang disampaikan kepada Nabi Muhammad
SAW, melalui perantara Malaikat Jibril.
Dan sebagai Wahyu pertama yang
diterima Rasulullah SAW, sebagaimana terdapat dalam surat Al-Alaq ayat 1-5.
Al-Qur’an merupakan salah satu kitab yang mempunyai sejarah panjang yang
dimiliki oleh umat Islam dan sampai sekarang masih terjaga keasliannya.
Al-Qur’an dalam pengumpulannya
mempunyai dua tahap yaitu tahap petama pengumpulan Al-qur’an dalam arti
menghafal Al-Qur’an pada masa Nabi, tahap kedua dalam arti penulisan Al-Qur’an,
hal ini dinamakan penghafalan dan pembukuan Al-Qur’an.
Setelah Wafatnya Nabi Muhammad SAW,
proses pengmpulan Al-Qur’an terus dilaksanakan oleh para khalifah sehingga
terbentuklah Mushaf Usmani seperti yang ada pada saat sekarang ini.
Penyebaran islam bertambah
luas membuat para Qurra pun tersebar dan
memiliki latar bealakang yang berbeda sehingga menimbulkan perbedaan dalam
membaca Al-Qur’an. Hal ini menimbullkan kecemasan dikalangan sahabat. Sehingga
Khalifah Usman bin Affan memerintahkan keempat orang quraisy yaitu, Zaid bin
Zabit, Abdullah bin Azzubar, Said bin Al-ash, Abdulrahman bin Al-harisi bin
hysam. Keempat orang tersebutlah yang ditugas untuk menyalin dan memperbanyak
Al-Qur’an dengan satu pedoman dalam cara-cara membacanya, hal ini telah di
sepakati oleh para sahabat.
Dan Al-Qur’an juga memiliki multi fungsi dan selalu
mempunyai hubungan yang pasti dalam fenomena-fenomena kehidupan, hal ini
diantaranya mukjizat, akidah, ibadah, mu’amalah, akhlak, hukum, sejarah, dan
dasar-dasar sains.
Untuk itulah materi ini sangat penting untuk dipelajari,
karena sangat disayangkan jika umat Islam tidak tahu apa itu Al-Qur’an
tersebut. Hal inilah penulis berkeinginan membahas tentang Al-quran
- RUMUSAN MASALAH
1. Pengertian Al-Qur’an
2. Bukti
Keotentikan Al-Qur’an
3. Fungsi Al-Qur’an
4. Tujuan Diturunkannya Al-Qur’an
5. Isi Pokok Ajaran Al-Qur’an
- TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Untuk mengetahui pengertian
Al-Qur’an tersebut.
2. Untuk mengetahui bagaimana Bukti Keotentikan Al-Qur’an.
3. Untuk mengetahui Bagaimana Fungsi Al-Qur’an.
4. Untuk mengetahui, tujuan diturunkannya
Al-Qur’an.
5. Untuk mengetahui Isi Pokok Ajaran Al-Qur’an
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah kitab suci agama Islam. Umat islam percaya
bahwa Al-Qur’an merupakan puncak dan penutup Wahyu Allah yang diperuntukkan
bagi manusia, dan bagian dari rukun iman yang disampaikan kepada Nabi Muhammad
SAW, melalui perantara Malaikat Jibril.
Dan sebagai Wahyu pertama yang diterima RasulullahSAW,
sebagaimana terdapat dalam surat Al-Alaq ayat 1-5. Al-Qur’an merupakan salah
satu kitab yang mempunyai sejarah panjang yang dimiliki oleh umat Islam dan
sampai sekarang masih terjaga keasliannya.
Ada beberapa pendapat mengenai pengertian Al-Qur’ yaitu :
- Menurut ejaan Kamus Besar Bahasa Indonesia, Al-Qur’an adalah kitab suci agama Islam.
- Manna’al-Qathan , ia mendefenisikan Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW dan beribadah dalam membacanya.
- Ali Ashabuni, Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT yang mengandung mukjizat yag diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan Rasul dengan perantara malikat jibril. Mukjizat adalah sesuatu yang membuat laanna lemah atau membujuk agar orang untuk beriman
Al-Qur’an sebagai wahyu dan mukjizat terbesar Rasulullah
SAW. Mempunyai dua pengertian, yaitu pengertian secara Etimologi ( bahasa ) dan
pengertian menurut terminology ( istilah )
Al-Qur’an menurut Etimologi ( bahasa ) yaitu bacaan atau
yang dibaca. Kata Al-Qur’an adalah
bentuk mashddar dari fi’il qara’a yang diartikan dengan arti isim maf’ul, yaitu
( yang dibaca atau bacaan ).
Pengertian diatas dapat kita baca dalam surah Al-Qiyamah
ayat 17-18 sebagai berikut :
اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَه وَقُرْانَه .
فَإِﺫَﺍ قَرَأْ نَه فَاتَّبِعْ قُرْانَه (القيامة : 17-18)
Artinya: "Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah
mengumpulkannya dan membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka
ikutilah bacaannya itu. (Q.S. Al- Qiyamah, 17-18)
Menurut imam syarii Al-Qur’an bukan berasal dari qara’a
karena Al-Qur’an berasal dari sang pencipta atau allah yang menamai ciptaannya
Al-Qur’an menurut terminology ( istilah ) adalah nama bagi
kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Yang ditulis dalam
mushhaf. Secara lengkap Dr.Bakhri Syaikh Amin mendefenisikan Al-Qura’an sebagai
berikut :
القرآن هو كلام الله المعجز المنزل على خاتم الأنبياء والمرسلين بواسطة الأمين جبريل عليه السلام المكتوب في المصاحف المحفوظ في الصدور المنقول إلينا بالتواتر المتعبد بتلاوته المبدوء بسورة الفاتحة والمختتم بسورة الناس
Artinya: "
“Al-Qur’an
adalah kalam Allah SWT yang mengandung kemukjizatan, yang diturunkan
kepada penutup para nabi dan rasul, melalui perantaraan malaikat Jibril,
ditulis dalam mushaf, dihafal di dalam dada, disampaikan kepada kita secara
mutawatir, membacanya memiliki nilai ibadah, (disusun secara sistematis) mulai
dari surat al-Fatihah sampai surat al-Nas”.
Al-Quran adalah mukjizat Nabi Muhammad SAW. Maka tidak ada
seorangpun manusia atau jin, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama yang
sanggup membuat yang serupa dengan Al-Qur’an. mereka tidak akan mampu
membuatnya. Allah SWT telah mengisyaratkan hal itu dalam ayat berikut :
Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya
untuk memperkuat kerasulannya dan sebagai kemukjizatannya yang abadi, telah
diturunkannya itu mempunyai fungsi dan tujuan
bagi umat manusia.
B. Bukti Keotentikan
Al-Qur’an
Pembaca
Media Ikhram yang budiman, sejak zaman pubakala hingga pada zaman
modern sekarang ini banyak para intelektual ataupun pemikir Barat yang
mempelajari agama-agama di Timur Tengah. Mereka biasa dikenal dengan para
orientalis. Begitu pula dengan Al-Qur’an yang tidak lepas dari objek penelitian
mereka. Koreksi maupun kritikan bahkan terkadang dilakukan oleh mereka terhadap
Al-Qur’an. Dan yang lebih menghawatirkan, para pelajar-pelajar dari Indonesia
yang studi di Barat juga tak jarang bersinggungan dengan para orientalis-orientalis
semacam tadi.
Nah, kendati demikian, bagi umat muslim yang meyakini bahwa
Al-Qur’an adalah asli atau otentik tentu tidak akan serta-merta mengoreksi
ataupun mengkritik isi di dalamnya. Akan tetapi, sebagai umat Muslim yang baik,
jika hanya meyakini kebenaran Al-Qur’an itu ternyata belum cukup. Tetapi
keyakinan tersebut perlu dibuktikan baik secara matematis maupun secara
historis, agar keyakinan kita semakin mantap. Berikut tiga pembuktian bahwa
Al-Qur’an itu asli atau otentik:
- Habis terbagi 19
Huruf-huruf
hija’iyah pada awal beberapa surat dalam Al-Qur’an habis terbagi
sembilan belas. Contoh, – “qaf” (Surah ke-50) = sebanyak 57 kali atau
3×19.Selain itu,kaf, ha’, ya’, ‘ayn, shad
(Surah Maryam) = sebanyak 798 kali atau 42×19.Atau yang paling akrab dengan
kita yakni Surah Yasin, huruf ya’ dan sin = sebanyak 285 kali
atau 15×19.
- Masyarakat Arab tidak mengenal baca tulis
kondisi
masyarakat di Arab pada saat turunnya Al-Qur’an adalah masyarakat yang tidak
mengenal baca-tulis sehingga dilalui dengan metode hafalan. Sahabat-sahabat
yang dikenal pandai menulis kemudian menulis dalam pelapah kurma, batu,
kulit-kulit atau tulang-tulang binatang
- Penyusunan dan penulisan mushhaf
Pada
masa Khalifah Abu Bakar dibentuklah suatu tim yang diketuai oleh Zaid ibn
Tsabit di Masjid Nabawi. Abu Bakar r.a memberi petunjuk kepada tim tersebut
agar tidak menerima satu naskah kecuali memenuhi dua syarat; 1) Harus sesuai
dengan hafalan para sahabat lain; 2) Tulisan tersebut benar-benar adalah yang
ditulis atas perintah dan dihadapan Nabi Saw.
Demikian
tiga bukti keotentikan Al-Qur’an. Sebenarnya masih banyak pembuktian-pembuktian
lain selain daripada ketiga pembuktian ini. Namun, ketiga bukti keotentikan
Al-Qur’an ini setidaknya dapat dijadikan sebagai bekal dalam meyakini dan
mengimani kebenaran Al-Qur’an sebagai firman Allah SWT yang diturunkan kepada
Nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril.
C.
Fungsi Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah dokumen untuk umat
manusia. Bahkan kita ini sendiri menamakan dirinya petunjuk bagi manusia.[1][14] Allah SWT berfirman Dalam QS:
Al-Baqarah [2]: 185 & 2:
ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ
رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ ﴿۲﴾
“kitab[2][15] (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan pada isinya, petunjuk
bagi orang-orang yang bertaqwa[3][16]”. (QS: Al-Baqarah
[2]: 2).[4][17]
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ﴿۱٨۵﴾
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah)
bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai
petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan
pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara
kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia
berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia
berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya
itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak
menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan
hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu,
supaya kamu bersyukur.” (QS: Al-Baqarah [2]: 185).
Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa
Al-Qur’an adalah petunjuk yang didesain sedemikian rupa sehingga jelas bagi
umat manusia dengan petunjuk itu manusia bisa membedakan mana yang hak dan
bathil. Inilah sesungguhnya fungsi Al-Qur’an, yaitu sebagai pedoman hidup umat
manusia. Karena itu bila Al-Qur’an dipelajari dengan benar dan sungguh-sungguh
maka isi kandungannya akan membantu Kita menemukan nilai-nilai yang dapat
dijadikan pedoman untuk menyelesaikan berbagai problem hidup.[5][18]
Adapun fungsi Al-Qur’an yang lainnya
adalah:
1.
Pengganti
kedudukan kitab suci sebelumnya yang pernah diturunkan Allah SWT.
2.
Tuntunan serta
hukum untuk menempuh kehidupan.
3.
Menjelaskan
masalah-masalah yang pernah diperselisihkan oleh umat terdahulu.
4.
Sebagai Obat
penawar (syifa’) bagi segala macam penyakit, baik penyakit rohani maupun
jasmani. Seperti Firman Allah SWT dalam QS. Yunus: 57, Al-Isra’: 82, dan
Fushilat: 44.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ
لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى
وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ﴿۵۷﴾
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu
pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang
berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus
[10]: 57).
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ
إِلا خَسَارًا ﴿٨۲﴾
Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi obat
dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan (Al-Quran itu) tidaklah menambah
kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”. (QS. Al-Isra' [17]: 82).
وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى أُولَئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ ﴿٤٤﴾
“Dan jikalau Kami jadikan Al-Qur’an itu suatu bacaan
dalam bahasa lain selain bahasa Arab tentulah Mereka mengatakan: “Mengapa tidak
dijelaskan ayat-ayatnya?”. Apakah (patut Al-Qur’an) dalam bahasa asing sedang
(rasul adalah orang) Arab?. Katakanlah: “Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar
bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga
Mereka ada sumbatan, sedang Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi Mereka[6][19]. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil
dari tempat yang jauh.” (QS. Fushshilat
[41]: 44).
5.
Sebagai
pembenar kitab-kitab suci sebelumnya, yakni Taurat, Zabur, dan Injil.
Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS. Fathir: 31 dan Al-Maidah: 48.
وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ هُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا
لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ إِنَّ اللَّهَ بِعِبَادِهِ لَخَبِيرٌ بَصِيرٌ ﴿۳۱﴾
“Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad)
adalah Al-Kitab (Al Qur’an) itulah yang benar, membenarkan kitab-kitab yang
sebelumnya.” (QS. Fathir:
31).
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ ﴿٤٨﴾
“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa
kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan
sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah
perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti
hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan
jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu
umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu,
maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu
semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.” (QS. Al-Ma’idah: 48).
6.
Sebagai
pelajaran dan penerangan. Seperti dalam firman Allah SWT dalam QS. Yasin: 69.
وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي
لَهُ إِنْ هُوَ إِلا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ ﴿٦۹﴾
“Al Quran itu tidak lain adalah pelajaran dan kitab yang
memberi penerangan.” (QS. Yaa Siin: 69).
7.
Sebagai
pembimbing yang lurus. Seperti Firman Allah SWT dalam QS. Al-Kahfi: 1-2,
Al-An’am: 126 & 153, Al-Isra’: 9, dan Al-Baqarah: 2.
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى
عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجَا ﴿۱﴾ قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ
الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا ﴿۲﴾
“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada
hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan[7][20] di dalamnya {1}; Sebagai bimbingan yang lurus, untuk
memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi
berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh,
bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik {2}.” (QS. Al-Kahfi: 1-2).
وَهَذَا صِرَاطُ رَبِّكَ مُسْتَقِيمًا قَدْ فَصَّلْنَا الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ ﴿۱۲٦﴾
“Dan inilah jalan Tuhanmu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami
telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.”
(QS. Al-An’am: 126).
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿۱۵۳﴾
“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah
jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti
jalan-jalan (yang lain)[8][21],
karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu
diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-An’am: 153).
إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي
هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ
أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا ﴿۹﴾
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada
(jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal sholih, bahwa bagi
mereka ada pahala yang besar.” (QS. Al-Isra’: 9).
ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ ﴿۲﴾
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya;
petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 2).
8.
Sebagai pedoman
bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi yang meyakininya. Seperti Firman Allah
SWT dalam QS. Al Jatsiyah: 20, Ibrahim: 1, Al-hadid: 9, Al-thalaq: 10-11,
Al-Maidah: 15-16, dan Al-Ankabut: 51.
هَذَا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ
لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ ﴿۲٠﴾
“Al-Quran ini adalah pedoman
bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakininya.” (QS. Al Jatsiyah: 20).
الر كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ ﴿۱﴾
“Alif laam raa[9][22].
(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia
dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka,
(yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.”
(QS. Ibrahim: 1).
هُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ عَلَى عَبْدِهِ آيَاتٍ
بَيِّنَاتٍ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَإِنَّ اللَّهَ
بِكُمْ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ ﴿۹﴾
“Dialah yang menurunkan kepada hamba-Nya ayat-ayat yang terang (Al
Qur'an) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan
sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyantun lagi Maha Penyayang terhadapmu.”(QS.
Al-Hadid: 9).
أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا
فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الألْبَابِ الَّذِينَ آمَنُوا قَدْ أَنْزَلَ
اللَّهُ إِلَيْكُمْ ذِكْرًا ﴿۱٠﴾ رَسُولا
يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِ اللَّهِ مُبَيِّنَاتٍ لِيُخْرِجَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ
وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ
خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا قَدْ أَحْسَنَ اللَّهُ لَهُ رِزْقًا ﴿۱۱﴾
“Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah
kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal, (yaitu) orang-orang yang
beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu {10}, (Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat
Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh dari kegelapan
kepada cahaya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang
saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di
bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya
Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya {11}.”
(QS. Al-Thalaq: 10-11).
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ ﴿۱۵﴾ يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ ﴿۱٦﴾
“Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang
kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu
sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang
kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan (15). Dengan kitab
itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan
keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu
dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan
menunjuki mereka ke jalan yang lurus (16).” (QS. Al-Maidah: 15-16).
أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَى عَلَيْهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَى لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ ﴿۵۱﴾
“Dan apakah tidak cukup bagi mereka
bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur'an) sedang dia
dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Qur'an) itu terdapat rahmat
yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. Al-Ankabut: 51).
9.
Sebagai
pengajaran. Seperti Firman Allah SWT dalam QS. Al-Qalam: 52, dan Ali Imran:
138.
وَمَا هُوَ إِلا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ ﴿۵۲﴾
“Dan tiadalah ia (Al Qur-an), melainkan pengajaran untuk
semesta alam.” (QS. AI-Qalam:52).
هَذَا بَيَانٌ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ لِلْمُتَّقِينَ ﴿۱۳٨﴾
“(Al Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia,
dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS.
Ali-Imran: 138).
10. Sebagai
petunjuk dan kabar gembira. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS.
Al-Nahl: 89.
وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِمْ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَى هَؤُلاءِ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ ﴿٨۹﴾
“(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami, bangkitkan pada
tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami
datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami
turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan
petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Nahl:
89).
11. Sebagai
pembanding atau pembeda (Furqan)
antara yang haq dan bathil. Seperti Firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah [2]:
185.
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ ﴿۱٨۵﴾
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan,
bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi
manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara
yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri
tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan
barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah
baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang
lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran
bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu
mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu
bersyukur.” (QS. Al-Baqarah
[2]: 185).
12.
Sebagai pengajaran/pembentang/penjelas
(tibyan) segala sesuatu akan ilmu
pengetahuan dan rahasia-rahasia alam dunia dan akhirat. Seperti Firman Allah
SWT dalam QS. Ali Imran: 138, dan QS. Yusuf: 111.
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لأولِي الألْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ ﴿۱۱۱﴾
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat
pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita
yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan
menjelaskan segala sesuatu, dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS. Yusuf
[12]: 111).
هَذَا بَيَانٌ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ لِلْمُتَّقِينَ ﴿۱۳٨﴾
“(Al Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia,
dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS.
Ali-Imran: 138).
13. Sebagai tali
Allah yang harus diikat kuat dan digenggam teguh dalam hati dan kehidupan,
khususnya bersama-sama agar tidak bercerai-berai. Seperti dalam Firman Allah
SWT dalam QS. Al-Zukhruf: 43, dan Ali Imran: 102-103.
فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ إِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ ﴿٤۳﴾
“Maka berpeganglah teguhlah kamu kepada agama yang telah
diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus.” (QS.
Al-Zukhruf [43]: 43).
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ
تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ﴿۱۰۲﴾ وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا
حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا
كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ
لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ ﴿۱۰۳﴾
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah
sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan
dalam keadaan beragama Islam (102). Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali
(agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat
Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah
mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang
bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah
Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk (103).” (QS. Ali Imran: 102-103).
14. Sebagai tadzkirah (peringatan) bagi orang-orang
yang takut kepada Allah dan terhadap kepemimpinan Al-Qur’an. Seperti Firman
Allah SWT dalam QS. Thaha: 1-4 & 123-124.
طه ﴿۱﴾ مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَى ﴿۲﴾ إِلَّا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى ﴿۳﴾ تَنْزِيلا مِمَّنْ خَلَقَ الأرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلاَ ﴿٤﴾
“Thaahaa[10][23]{1}. Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu agar
kamu menjadi susah {2}; tetapi sebagai peringatan bagi orang yang
takut (kepada Allah) {3}. Yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan
bumi dan langit yang tinggi {4}.” (QS. Thaha: 1-4).
قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلا يَضِلُّ وَلا يَشْقَى ﴿۱۲۳﴾ وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى ﴿۱۲٤﴾
“Allah
berfirman:
"Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh
bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu
barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan
celaka (123).” Dan
barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya
penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam
keadaan buta (124).” (QS. Thaha: 123-124).
15. Sebagai
pengawas (Muhaiminun) dan penjaga
atas kitab-kitab samawi lainnya, tidak hanya membenarkan masalah aqidah,
akan tetapi masalah syariat alamiyah juga. Al-Qur’an juga menetapkan sebagian
hukum-hukum dari kitab sebelumnya dan mengganti serta mengubah sebagian
lainnya.[11][24] Seperti Firman Allah SWT dalam QS.
Al-Maidah: 48.
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا
لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ
بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ
مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ
اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا
آَتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا
فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ ﴿٤٨﴾
“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur'an dengan
membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang
diturunkan sebelumnya) dan batu ujian[12][25] terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka
putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu
mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang
kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu,[13][26] Kami berikan
aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu
dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap
pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada
Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah
kamu perselisihkan itu”. (QS. Al-Maidah: 48).
16. Sebagai
Mukjizat bagi Rasulullah SAW yang bertujuan untuk melemahkan musuh-musuh Allah
dan Rasul-Nya yang meragukan kenabian dan kerasulan-Nya.
Selain itu fungsi Al-Qur’an yang tidak kalah penting,
adalah sebagai bukti kebenaran Nabi Muhammad SAW, dan bukti bahwa semua ayatnya
benar-benar dari Allah SWT. Sebagai bukti kedua fungsinya yang terakhir paling
tidak ada dua aspek dalam Al-Qur’an itu sendiri: 1) Isi/kandungannya yang
sangat lengkap dan sempurna; 2) Keindahan bahasa dan ketelitian redaksinya: 3)
Kebenaran berita-berita ghaibnya; dan 4) Isyarat-isyarat ilmiahnya.
D.
Tujuan Diturunkannya Al-Qur’an
Sebagai pedoman hidup yang benar, Al-Qur’an
niscaya harus memberikan suatu petunjuk hidup yang benar, mendasar dan pasti.
Sehingga dapat dijadikan sebagai pegangan yang kokoh dalam menghadapi hidup.
Oleh karena itu tujuan utama diturunkannya Al-Qur’an tidak lain kecuali untuk
memberikan petunjuk kepada umat manusia ke jalan yang harus ditempuh demi
kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat[14][27]. Adapun petunjuk yang diberikan oleh Al-Qur’an pada
pokoknya ada tiga:
1.
Petunjuk aqidah
dan kepercayaan yang harus dianut oleh manusia yang tersimpul dalam keimanan
akan keesaan Allah dan kepercayaan akan kepastian adanya hari pembalasan.
2.
Petunjuk
mengenai akhlaq yang murni dengan jalan menerangkan norma-norma keagamaan dan
susila yang harus diikuti oleh manusia dalam kehidupannya secara individual dan
kolektif.
3.
Petunjuk
mengenai syari’at dan hukum dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum yang
harus diikuti oleh manusia dalam hubungannya dengan Tuhan dan
sesamanya
F.
Isi Pokok Ajaran Al-Qur’an
Al- Qur’an adalah kitab suci yang diwahyukan kepada Nabi
Muhammad SAW yang mengandung petujuk-petunjukbagi umat manusia. Al- Qur’an diturunkan untuk menjadi pegangan bagi mereka
yang ingin mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Al- Qur’an tidak hanya
diturunkan hanya untuk suatu umat atau untuk suatu abad, tetapi untuk seluruh
umat manusia dan untuk sepanjang masa. oleh karena itu, luas ajaran-ajarannya
sama dengan luasnya umat manusia.
Begitu luasnya objek ssasaran Al- Qur’an secara garis besar, pokok-pokok isi Al-
Qur’an itu meliputi :
1.
Masalah akidah 7. Masalah hokum
2.
Masalah ibadah 8. Masalah sejarah
3.
Masalah mu’amalah 9. Masalah sains
4.
Masalah akhlak
5.
Masalah hokum
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Al-Qur’an sebagai wahyu dan mukjizat terbesar Rasulullah
saw. Mempunyai dua pengertian , yaitu pengertian secara Etimologi ( bahasa )
dan pengertian menurut terminology ( istilah )
Al- Qur’an tidak
diturunkan secara sekaligus, Al-Qur’an turun secara berangsu-angsur
selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Para ulama membagi masa turunnya
Al-qur’an ini di bagi menjadi dua
periode, yaitu periode Mekkah dan perode Madinah.
Pada masa pemerintahan Abu Bakar, pada masa kekhalifahannya
terdapat perang yang sangat besar ( perang Ridda ). Dan menewaskan para hafish
yang signifikan. Hal ini membuat Umar bin khatab sangat khawatir, ia menyuruh
Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al- Qur’an.
Al-Qur’an itu murni 100% firman yang berasal dari Allah azza
wajala’. Al-Qur’an juga bukan duplikat dari wahyu-wahyu Ilahi (Taurat,
Zabur, dan Injil) yang turun sebelumnya, bahkan Al-Qur’an justru melengkapi
wahyu-wahyu ilahi yang turun sebelumnya. Bahkan ada juga syari’at-syari’at
sebelumnya yang telah diperintahkan oleh Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya (Umat
sebelum umat Nabi Muhammad SAW) yang termaktub melalui wahyu-wahyu ilahi
(selain Al-Qur’an) yang terkandung di dalamnya yang diganti. Pergantian ini
disebabkan karena syari’at-syari’at tersebut sudah tidak relevan diterapkan
pada zaman Nabi Muhammad SAW hidup. Sehingga Al-Qur’an menghapuskan
syari’at-syari’at tersebut dan menggantikannya dengan syari’at-syari’at yang
baru yang sesuai dengan zaman Nabi Muhammad SAW hidup.
Adapun isi pokok ajaran islam yaitu
Masalah akidah Masalah hokum, Masalah ibadah, Masalah sejarah, Masalah
mu’amalah, Masalah sains, Masalah akhlak, Masalah hokum.
Adapun fungsi dan tujuan Al- Qur’an diturunkan sebagai berikut, petunjuk bagi
mausia, sumber pokok ajaran islam, peringatan dan pelajaran bagi manusia.
Adapun kedudukan Al-
Qur’an dalam Islam sebagai sumber yang
asasi bagi syari’at ( hokum) islam. Dan peraturan-peraturan bagi setiap umat
muslim untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
B. SARAN
Sebagai
penyusun, penulis merasa masih ada kekurangan dalam pembuatan makalah ini. Oleh
karena itu, saya mohon kritik dan saran dari pembaca. Agar penulis dapat
memperbaiki makalah yang selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
“Al-Qur’an;
Pengertian, kedudukan dan Fungsi serta Sejarah Kodifikasi”, Jakarta, 2001.
As-Shalih.
Subhi, Dr. 1996. “Mabahits fi Ulumil-Qur’an” diterjemahkan
menjadi Membahas ilmu Al-Qur’an oleh tim pustaka firdaus.
Pustaka Firdaus, Jakarta.
Chalil Munawar.
1998. “Kelengkapan tarikh Nabi Muhammad SAW”.
Faridl, Miftah.
2004. “Pokok-pokok Ajaran Islam”.
Jannah,
Roudhotul. 2000. “Manhaj Tarbiyah Islamiyah”, e-Indonesia.
Jilid I, Jakarta.
Kementerian
Agama. 1974. “Terjemahan Al-Qur’an”, Jakarta: Departemen
RI.
Muhammad,
Syaikh, bin ’Utsmani. 1995. “Shuul Fii
at-Tafsiir”, hal.9-11.
Nata, Abuddin,
Drs, M.A. 1995. “Al-Qur’an dan Hadits (Dirasah Islamiyah I)”. PT.
RajaGrafindo Persada: Jakarta.
Surin,
Bachtiar. 1978. “Terjemah dan tafsir Al-Qur’an 30 Juz huruf Arab dan
Latin”. Fa Sumatra: Bandung.
Zuri, Alam L. “Pengertian Al-Qur’an”,
www.grameenfoundation.org
(Di akses pada 12 September 2010).
No comments:
Post a Comment